Review Jurnal Scopus Kategori Pendidikan 2024 - Lingkungan Belajar Cerdas

Review Jurnal

Judul

Development and Validation of a Secondary Vocational School Students' digital Learning Competence Scale

Nama Jurnal

Smart Learning Environments

Volume dan Halaman

Vol 11, 37

Tahun Terbit 

2024

Penulis 

Ditulis oleh Xijin Tan 1, Xiaoxi Lin 1 dan Rongxia Zhuang 1

Permasalahan

Artikel tersebut membahas tentang pengembangan dan validasi skala kompetensi pembelajaran digital khusus siswa sekolah menengah kejuruan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah kebutuhan untuk menilai dan meningkatkan kompetensi pembelajaran digital para siswa, yang sangat penting bagi keberhasilan akademis dan karir masa depan mereka di dunia yang didorong oleh teknologi. Penelitian tersebut bertujuan untuk menciptakan alat ukur yang andal untuk mengevaluasi berbagai aspek kompetensi pembelajaran digital, antara lain pengolahan informasi kognitif, penggunaan teknologi, keterampilan berpikir, pengelolaan aktivitas, dan pengelolaan kemauan.

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian yang diuraikan dalam artikel tersebut antara lain:

1. Untuk mengidentifikasi faktor dan struktur Kompetensi Pembelajaran Digital (DLC) bagi siswa sekolah menengah kejuruan, yang mengarah pada pembentukan kerangka kerja yang menangkap sifat multifaset kompetensi pembelajaran digital.

2. Untuk mengembangkan dan memvalidasi kuesioner yang menilai kompetensi pembelajaran digital siswa sekolah menengah kejuruan, memastikan keandalan dan validitas struktural melalui analisis faktor eksploratif dan konfirmatori.

3. Untuk mengatasi kesenjangan dalam penelitian yang ada dengan berfokus secara khusus pada kebutuhan pembelajaran digital siswa sekolah menengah kejuruan, karena sebagian besar kerangka kerja dan penilaian saat ini terutama menargetkan K-12 dan pendidikan tinggi.

Tujuan-tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mendukung kemampuan pembelajaran digital yang penting bagi siswa dalam menjalani pendidikan kejuruan kontemporer

Sumber  Data 

Sumber data penelitian ini terdiri dari 872 respon survei valid yang dikumpulkan dari siswa sekolah menengah kejuruan melalui convenience sampling. Data ini digunakan untuk melakukan analisis faktor eksplorasi dan konfirmatori, serta uji validitas silang dan validitas kriteria, untuk menetapkan model lima faktor untuk skala Kompetensi Pembelajaran Digital (DLC).

Metode Peneltian 

Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mencakup komponen-komponen utama berikut:

1. Pendekatan Pengambilan Sampel: Metode pengambilan sampel digunakan untuk memilih peserta dari lima sekolah kejuruan di Beijing, yang mencakup berbagai distrik. Sebanyak 1210 siswa berpartisipasi, dengan 872 kuesioner valid dikumpulkan untuk dianalisis.

2. Pengembangan Kuesioner: Kuesioner terstruktur dikembangkan untuk menilai kompetensi pembelajaran digital, menggabungkan item yang berasal dari kerangka kerja dan skala yang telah ditetapkan terkait dengan pemrosesan kognitif, penggunaan teknologi, keterampilan berpikir, manajemen aktivitas, dan manajemen kemauan

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan utama berikut:

1. Model Lima Faktor: Analisis faktor eksploratif dan konfirmatori membentuk model lima faktor untuk Kompetensi Pembelajaran Digital (DLC), yang mencakup dimensi seperti pemrosesan kognitif, penggunaan teknologi, keterampilan berpikir, manajemen aktivitas, dan manajemen kemauan.

2. Validitas dan Reliabilitas Item: Analisis menunjukkan bahwa seluruh 80 item dalam kuesioner memiliki kekuatan diskriminatif yang signifikan, dengan nilai p kurang dari 0,001. 

3. Nilai Rata-Rata Tinggi: Hasilnya menunjukkan bahwa 78% indikator mempunyai nilai rata-rata 4,5 atau lebih tinggi, dan 70% butir soal mencapai tingkat skor penuh sebesar 75%, yang menunjukkan tingkat persepsi penting dan kompetensi yang tinggi di kalangan siswa mengenai keterampilan belajar digital.

4. Implikasi terhadap Pendidikan Kejuruan: Temuan ini menekankan perlunya lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan kompetensi pembelajaran digital ke dalam kurikulum pendidikan kejuruan. Studi ini menunjukkan bahwa mengembangkan lingkungan pembelajaran yang cerdas dan menanamkan kompetensi digital dalam mata pelajaran profesional akan lebih mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan digital di tempat kerja modern.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kerangka kerja yang tervalidasi untuk menilai kompetensi pembelajaran digital, yang dapat memandu strategi pendidikan masa depan dan pengembangan kurikulum di lingkungan kejuruan.

Kelebihan Penelitian 

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bidang pendidikan kejuruan dengan menyediakan alat penilaian yang tervalidasi dan menekankan pentingnya kompetensi pembelajaran digital dalam mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja modern.

Kekurangan Penelitian 

Penelitian ini memiliki beberapa kekurangan yang harus diakui:

1. Cakupan Geografis yang Terbatas
2. Pengujian Stabilitas Lintas Kelompok
3.Kurangnya Observasi Perilaku

Mengatasi kekurangan ini dalam penelitian masa depan dapat meningkatkan validitas dan penerapan temuan terkait kompetensi pembelajaran digital dalam pendidikan kejuruan.

                              

Tabel ditas merupakan reviwe salah satu jurnal terindeks Scopus dengan tema eduction yang ditulis dengan tujuan pemenuhan tugas PKKMB Unesa 2024
Nama: Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Prodi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar 

Komentar